28 Juli, 2007

Siapa takut dengan masa lalu

Setiap invidu pasti tak akan lepas dari kenangan masalah lalunya. Masa lalu itu bisa berupa kenangan yang indah maupun yang pahit. Kedua kenangan akan selalu membekas di sanubari hati dan pikiran setiap insan. Salah satu kenangan yang tak terlupakan adalah kenangan cinta masa lalu. Cinta bisa membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin, sebagai contoh orang yang sebelumnya lemah pendirian bisa menjadi kuat pendirian karena dipengaruhi oleh dorongan cinta yang kuat. Demi mendapatkan, mempertahankan, dan memperkuat cintanya seseorang bersedia melakukan apa saja, asalkan tujuan tersebut bisa tercapai.

Sebagian orang mengatakan bahwa masa lalu adalah masa lalu biarkan saja itu berlalu. Namun tidak demikian jika masa lalu tersebut bisa mengubah arah masa depan menjadi lebih baik. Kenangan cinta masa lalu yang indah atau pun yang buruk bisa menjadi sumber inspirasi untuk menentukan masa depan tergantung bagaimana menyikapi masa lalu cinta tersebut. Yang paling baik adalah dengan bersikap positif thingking (berprasangka baik) dari pada berpikir yang irasional dan buruk terus menerus. Seseorang bisa saja terjebak dan larut dalam kenangan masa lalu, baik yang indah atau pun buruk, tapi dengan adanya masa lalu seseorang bisa juga bangkit dari keterpurukan.

Kenangan cinta yang pahit bisa membuat seseorang semakin kuat dan gigih untuk memperoleh cinta yang lebih baik dari sebelumnya karena dia sudah punya cukup bekal dan pengalaman cinta yang pernah ia dapatkan. Pengalaman cinta itu adalah guru terbaik dalam sepanjang sejarah kehidupan. Ada juga yang masih terlena dengan kenangan masa lalu cintanya dan tidak akan pernah ingin meninggalkannya, padahal tidak mungkin lagi akan terulang kembali pada masa berikutnya. Inilah yang dimaksud terjebak dalam dalam impian hampa yang tidak pernah tahu di mana ujung akhirnya. Akibatnya mempersulit diri untuk mendapatkan cinta baru yang jauh lebih baik untuk masa depannya. Sebagai contoh adalah sulit untuk menerima kehadiran orang baru di hatinya, disebabkan dia masih ingin bersama selalu orang yang dia pernah cintai, meskipun yang dicintai telah meninggal atau menjadi milik orang lain.

Akhirnya bisa ditarik kesimpulan bahwa salah satu cara untuk memperoleh cinta yang baik adalah tidak terjebak dengan kenangan masa lalu yang menghambat dan mempersulit diri untuk mendapatkan cinta baru dan penuh harapan. **

08 April, 2007

Kenapa aku harus memilih

Bukan cinta namanya jika tidak memilih. Harapan kadangkala tidak seperti kenyataan yang dialami oleh semua orang, terutama dalam hal bercinta. Kesulitan muncul ketika seseorang dihadapkan pada persoalan harus memilih siapa yang seharusnya ia pilih untuk menjadi pendamping hidupnya. Tapi akan lebih mudah bagi mereka yang memiliki segudang pengalaman, wawasan, kedewasaan, dan kearifan dalam mengambil keputusan untuk memilih pasangan hidup mereka.

Sudah menjadi hal yang alami, jika ada sesuatu yang lebih baik dari yang baik pasti akan yang dipilih adalah yang lebih baik atau terbaik. Demikian pula dalam memilih pasangan calon pasangan hidup kita pasti yang akan kita pilih adalah yang lebih baik menurut pandangan kita. Ukuran tentang baik tiap orang tidak mungkin sama.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memilih pasangan di antaranya, apakah calon yang kita pilih sudah sesuai dengan pilihan kita yang sesungguhnya, yang kedua adalah apakah ada yang bisa diharapkan darinya, apakah dia memiliki kualitas kepribadian, kecerdasan, dan kedewasaan yang bisa diharapkan dan diandalkan, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu sudah seharusnya kita lebih selektif dalam menuntukan calon pasangan hidup kita sesuai dengan pertimbangan dan perhitungan yang matang.

20 Desember, 2006

Cemburu tak menyakitkan

Tidak lengkap jika cinta tanpa cemburu, ibarat masakan tanpa bumbu. Dua hal yang tak mungkin terpisahkan ini akan selalu ada dalam perjalanan cinta manusia. Rasa Cemburulah yang sebenarnarnya akan menguji kesungguhan cinta seseorang kepada pasangannya. Bisa diragukan ketulusan cinta seseorang jika hatinya tak memiliki sedikit pun rasa cemburu.
Dengan adanya cemburu hubungan antara dua sejoli akan semakin kokoh.
Cemburu yang baik adalah cemburu yang diekspresikan secara wajar dan tepat, tanpa harus dengan membabibuta seluruh kekesalan hati kepada yang cemburui. Yang paling penting dari cemburu adalah mampu mengendalikan diri, menjaga sikap, dan mengontrol emosi.
Pemicu Cemburu buta biasanya diwali oleh kedengkian hati dan buruk sangka yang tiada pernah berhenti, yang pada akhirnya akan selalu melahirkan kebencian belaka. Hanya dengan baik sangka dan mawas diri semua itu bisa terobati.
Memang sebaikya dengan mencari dan berusaha memperbaiki kekurangan diri, jauh lebih baik dibanding harus menyakiti hati yang dicemburui. Lawanlah saingan hati dengan tampil penuh pesona diri dan percaya diri. Yakinlah pada diri sendiri bahwa kita mampu memberikan perhatian, kasih sayang dan kepercayaan pada pasangan kita yang lebih baik dari saingan hati.
Buka lebar-lebar pintu komunikasi dengan kekasih hati, bicarakan selalu dari hati ke hati tanpa saling menggurui, menghakimi, dan memaki-maki. Katakan cemburu jika memang anda cemberu pada waktu dan situasi yang tepat. Mempelajari dan mengetahui yang siap a yang dicemburui, tidaklah kalah pentingnya. Salah cemburu, bisa repot urusannya. Ma sa sih, saudara atau sanak keluarga dicemburui?

25 November, 2006

Pemerkosaan Atas Nama Cinta

"Demi kamu apapun akan kulakukan " suatu ekspresi manis dan meyakinkan dari orang yang sedang dilanda api asmara. Berbagai cara dilakukan untuk membuktikan kesungguhan cinta dan kasih sayangnya kepada sang kekasih. Ada berlutut, menangis, dan berteriak sambil memohon-mohon bahkan bersumpahpun tidak sedikit yang melakukannya. Semua itu tidak lain hanya ingin mempertahankan hubungan cintanya dengan kekasihnya.

Wajar saja, selama tujuannya menguntungkan kedua belah pihak. Indahnya kata-kata seringkali menipu penalaran kita, jika tidak hati-hati dan cerdas menyikapinya kita bisa terjebak dalam kata manis tersebut. Sehingga kita mau melakukan apapun demi memenuhi keinginan orang yang merayu kita.

Emosi dan perasaan adalah faktor yang paling dominan mempengaruhi prilaku hubungan asmara wanita. Karena terlalu mengutamakan perasaannyalah akhirnya wanita bisa jatuh ke pangkuan pria. Tentu tidak semudah membalik telapak tangan, perlu upaya yang serius untuk mendapatkannya bagi si pria. Yah, salah satu di antaranya dengan kata-kata manis tersebut di atas. Jika pria sudah memperoleh kepercayaan dari wanita , dan wanita itu sendiri bergantung sepenuhnya pada pria tersebut, bisa saja wanita itu dimanfaatkan untuk memenuhi kepentingan si pria. Termasuk jika harus menyerahkan harga dirinya pun yang paling berharga.

Sulit bagi wanita untuk menolak keinginan pria tersebut, jika ia sudah percaya, yakin dan merasa bahwa pria tersebut adalah segalanya baginya. Manisnya kata cinta yang dibiuskan sang pria membuat ia tak berdaya, sehingga demi orang yang paling dicintai ia rela mengorbankan harga dirinya yang paling berharga sekalipun. Inilah disebut Pemerkosaan Atas Nama Cinta. Tentu ini tidak berlaku bagi mereka sudah menikah.

Sebaiknya sebagai orang timur yang memiliki adat dan budaya sendiri, tidak harus meniru seluruhnya budaya luar masuk ke bangsa kita. Hubungan cinta pranikah yang baik adalah hubungan yang dipersiapkan dengan matang dan penuh perhitungan. Jadi semata-mata bukan mencari kesenangan belaka. Bagi yang memiliki pemahaman dan pengamalan dasar agama yang kuat besar kemungkinan bisa menjaga diri dari "Pemerkosaan Atas Nama Cinta".

13 November, 2006

Berkorban Demi Cinta

Berani bercinta harus berkorban! Suatu ungkapan yang tak asing lagi untuk kita dengar. Bahkan cinta tanpa pengorbanan bisa dikatakan bukanlah cinta sebenarnya, atau dengan kata lain adalah cinta palsu. Adapun yang melatarbelakangi suatu pengorbanan cinta, yaitu rasa tulus dan motivasi tersebunyi. Pengorbanan cinta yang lahir dari ketulusan dan keikhlasan hati, tidak akan sama dengan pengorbanan cinta yang berangkat dari motivasi tersembunyi. Motivasi tersembunyi ini bisa berupa kepentingan-kepentingan terselubung dari pihak yang berkorban cinta, demi mencapai tujuannya.

Pengorbanan cinta yang tulus kemungkinan besar akan menjauhkan hati dari kekecewaan jika di kemudian hari tujuan cintanya tak bisa tercapai, karena pengorbanannya murni tanpa pamrih meskipun dirinya harus diterpa sejumlah penderitaan. Hanya kebahagian sang primadonalah yang diharapkannya. Sedangkan bagi yang tak tulus, buah kecewa dan kesallah yang menyelimuti hatinya, jika tak mampu mengendalikannya bisa mengarah ke demdam asmara alias tidak rela ia menjadi milik orang lain, bahkan dia sendiri akan selalu menderita jika yang primadonakannya itu hidup bahagia bersama orang lain.

Oleh karena itu belajar dari kasus tersebut di atas, berpikir bijak dan tepat dalam menentukan suatu sikap untuk nenentukan pilihan teman hidup merupakan cara yang paling baik. Cinta yang dimulai bukan dari ketulusan akan menghasilkan kebahagian cinta yang semu, tidak sama dengan cinta yang murni dari lubuk hati yang paling dalam.
Akhirnya coba kita periksa kembali, apakah pengorbanan cinta kita benar-benar tulus atau hanya main-main saja?